Beberapa Negara Memantau Kondisi Indonesia Terkait Bom Surabaya

Beberapa Negara Memantau Kondisi Indonesia Terkait Bom Surabaya

Bandar Bola Online – Beberapa Negara Memantau Kondisi Indonesia Terkait Bom Surabaya.

Beberapa Negara Memantau Kondisi Indonesia Terkait Bom Surabaya. Amerika Serikat memasukkan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ke dalam daftar organisasi teroris.

JAD adalah “satu kelompok teroris berbasis di Indonesia yang didirikan pada 2015 dan terdiri dari hampir dua lusin kelompok-kelompok ekstrimis Indonesia” yang berbaiat pada ISIS.

JAD dikaitkan dengan serangkaian rencana serangan di Indonesia, seperti serangan bom di gereja yang menewaskan seorang balita serta rencana serangan bom bunuh diri menjelang Natal.

Warga Indonesia lain adalah Aman Abdurrahman, yang kini dipenjara dan memerintahkan serangan di Jl. Thamrin tersebut. Dia dianggap sebagai pemimpin de fakto seluruh pendukung ISIS di Indonesia.

Meski telah dipenjara sejak 2010, dia berhasil merekrut militan untuk bergabung dengan ISIS dan diduga terus berkomunikasi dengan para pemimpin kelompok jihadis itu. Dia juga diduga aktor utama propaganda ISIS di Indonesia.

Melalui situsnya, Kedutaan Besar AS untuk Indonesia mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga yang tengah berada di Indonesia, terutama Surabaya. Beberapa negara siap mendukung dan membantu langkah-langkah yang demi membunuh semua JAD tersebut hingga bibit-bibitnya.

Bagi Negri AS, tidak ada namanya kesempatan hidup untuk teroris, maka dari itu AS dan beberapa negara asia lainnya juga ingin membantu Indonesia.

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, hingga Hong Kong memperingatkan bagi warganya di Indonesia, menyusul serangkaian teror bom Surabaya yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin (14/5) pagi tadi.

“Langkah yang harus dilakukan bagi warga yang Surabaya, memantau media lokal untuk perkembangan situasi, dan meningkatkan kewaspadaan,” bunyi pengumuman kedutaan besar AS.

Sementara itu, Australia meminta warganya di Indonesia terutama di Bali, Surabaya, dan Jakarta untuk mempersiapkan diri meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya risiko serangan teror susulan selama bulan Ramadhan, karena diprediksikan akan terjadi ancaman yang lebih dari Bom sebelumnya.

“Ada risiko serangan susulan yang lebih parah, menjelang dan selama bulan Ramadhan. Warga Australia di himbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama Ramadhan,” bunyi pernyataan Kemlu Australia.

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Kemlu Singapura. Negara tersebut juga menyatakan kedutaannya di Jakarta terus berkoordinasi memantau keadaan warganya yang ada di Indonesia, terutama Surabaya.

“Sejauh ini tidak ada warga Singapura yang terdampak insiden teror tersebut. Tidak ada warga Singapura yang menjadi korban dalam serangan kemarin,” bunyi pernyataan Kemlu Singapura.

“Warga Singapura yang sedang di Indonesia terutama di Surabaya, diimbau terus berkomunikasi dengan keluarga di rumah demi mengetahui bahwa semuanya dalam keadaan aman.”

Hong Kong pun mengimbau warganya yang hendak dan tengah berada di Indonesia untuk menghindari pusat keramaian untuk sementara waktu.

“Warga Hong Kong yang ingin pergi atau sudah berada di Indonesia harus seksama memantau situasi dan berhati-hati. Keselamatan pribadi menjadi yang utama. Hindari tempat ramai dan perkumpulan massa dalam jumlah besar,” bunyi pernyataan otoritas Hong Kong.

Baca Juga : Mengungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja di Surabaya.